Pernah terpikir kah olehmu jika ada banyak hal yang terkadang terlalu egois tuk dilakukan bahkan tanpa memandang sekeliling dan bahkan yang paling menakutkan adalah mengabaikan perasaan orang itu sendiri.
Perasaan malu merupakan perbuatan buruk dan sangat lah tidak logis namun entah mengapa keadaan itu justru yang paling banyak dilakukan sebagai jalan alternatif tuk menutupi keburukan itu sendiri.
Ketiadaan kata- kata bahkan menjadi titik jenuh seseorang dalam memperbanyak jaringan atau mungkin dikarenakan hal itu juga maka timbul uraian kata atau sifat saling memojokkan dikarenakan manusia itu sendiri yang tidak adanya niat untuk berinteraksi.
Mungkin dikarenakan sifat manusia yang saling berbeda dan pemikiran yang tak pernah dapat titik temu maka terjadilah perdebatan kata- kata yang bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Keegoisan diri dan malu mengakui kekalahan diri sendiri akan dinilai sebagai manusia yang paling terburuk dari sekumpulan manusia buruk lainnya, hanya karna takut akan ejekan dan cemohan orang.
Namun semua itu tidak lah salah dan tidak juga ada benarnya selama apa yang dilakukan itu berdasarkan atas azas kata lebih baik melakukan hal buruk demi penyelamatan diri dari keterpurukan.
Tapi tidaklah lebih baik jika kejujuran di lakukan dengan sikap yang tegas dan juga ikhlas karna itu lebih baik lagi daripada kita dijadikan manusia hina dan terbuang dari komunitas itu sendiri.
Berjiwa saling menerima akan kekalahan bukan berarti kita menjadi manusia yang lemah namun membuat kita bisa belajar satu hal bahwa tidak selamanya yang kalah akan tetap kalah dan menang juga tak selamanya menang, semua akan berputar seiring waktu.
Semua akan terwujud jika dibarengi dengan niat dan usaha kita untuk merubah semua hal buruk yang selama ini selalu menghantui kita, semangat dan doa yang selalu mengiringi kita tuk merubah itu semua.
Tiada hal yang tak dapat terwujud selama manusia itu nyakin dan percaya akan segala hal yang dilakukannya dan selama apa yang dilakukan tidak menyimpang dari batasan- batasan nilai positif.
Dan kita juga tidak ada hak untuk memaksakan orang lain untuk menjalankan apa yang tidak disukainya akan tetapi dukunglah orang tersebut selama apa yang dilakukannya benar sekalipun itu orang terdekat kita sendiri.
Jangan lah pernah memaksakan kehendak kita kepada orang lain karna keegoisan kita tuk melakukan apa yang sebenarnya tak ingin dilakukannya karna itu hanya akan membawa bencana pada kita sendiri.
Kita boleh memberi jalan terbaik sesuai pendapat kita dan juga nasehat untuknya namun kita tiada berhak untuk mengubah jalan pikirannya karna tidak selamanya yang kita berikan baik untuknya.
Kita hanya bisa berencana namun tak berhak untuk menolak semua takdir yang terjadi oleh sebab itu, syukuri saja apa yang sudah digariskan dan jalani lah dengan ketabahan meski terkadang itu menyakitkan.
Tapi apa daya inilah hidup sebenarnya, harus dijalani baik itu hal yang paling terburuk sekalipun namun selama kenyakinan ada percayalah itu akan terlewati dengan sendirinya.
Kebahagian akan selalu mengiringi di akhir cerita karna memang inilah kehidupan sebenarnya, jalani saja sesuai kemampuan dirimu menjalaninya dan disaat kau terpuruk nyakinlah kan ada orang yang kan membantumu.
Buang perasaan takutmu karna itu akan menjadi beban terberat dalam langkah mu tuk memulai menjalani kehidupan baru dan jangan pernah takut tuk melakukan hal- hal baru karna itu mungkin yang akan menjadi motivasimu tuk ke depan
Tetaplah pada posisi dimana kau akan memulainya dan tempatkanlah dirimu pada posisi teraman karna itu adalah yang paling jitu untuk menjalankan rencana baru, serta jujurlah pada kata hatimu karna hanya itulah obat tuk tetap melihat ke depan.
Selama dunia masih berputar jangan pernah berhenti untuk mewujudkan semua impianmu itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar